Karena pada dasarnya aku tidak begitu yakin kamu akan
membacanya, jadi namamu tidak aku cantumkan ya. Tidak, ini bukan surat penting, ini hanya
surat dari sahabatmu yang kebetulan jadi suka sama kamu. Kutulis ini hari
Minggu pukul 9 malam, kamu tidak lihat aku menulisnya, karena kamu mungkin
sedang bermain PS atau mungkin streaming liga inggris, malam ini tim kamu main
di kandang lawan. Semoga tetap di puncak klasemen ya !
Berapa lama kita berteman ? ah sudah hampir 8 tahun. Tenang,
aku tidak akan bilang kalau aku menyukaimu selama 8 tahun ini, sama sekali
tidak. Kamu yang aku kenal sejak kelas satu, kamu yang entah mengapa aku tiba –
tiba bisa suka saat kelas dua, kamu yang berusaha aku lupakan saat kelas tiga,
dan kamu yang kembali aku cintai lagi saat ini. Masih ingat tanngal 9 Maret
tahun lalu ? aku pernah mengatakan kepadamu aku menyukaimu saat kelas masih
kelas dua, tapi ternyata kamu suka salah satu teman kelasku lalu aku berusaha
melupakanmu. Kamu tertawa, aku juga tertawa. Tapi, aku masih belum selesai …
Kemudian, setelah tanggal 9 itu semuanya berjalan seperti
biasa, kita masih pergi berdua untuk sekedar bertukar cerita. Tapi, ada yang
sekuat tenaga aku sembunyikan yaitu perasaan sialan yang tiba - tiba muncul
kembali selepas tahun terakhir SMK kita berakhir.
Hampir satu tahun berlalu sejak malam tanggal 9 Maret itu,
ada satu yang belum kamu tau. Aku jatuh cinta kepadamu lagi saat ini. Kalau
kamu tanya kenapa, aku masih belum punya jawabannya. Kalau ternyata kamu baca
surat ini juga dan terus kamu bertanya kepadaku kenapa aku bisa suka, itu juga
aku belum punya alasan. Tiba – tiba suka, sungguh.
Ini surat cinta, apa aku harus bilang cinta ? rasanya aku
masih belum bisa mengatakannya. Jadi apa masih bisa aku bilang ini surat cinta buat kamu ?. Atau anggap saja ini surat pernyataan
tanpa materai bahwa aku, temanmu 8 tahun ini
sedang jatuh cinta kepadamu tapi tidak berani bilang cinta. Ah iya satu
lagi, aku rindu. Sampai bertemu lagi nanti ya, semoga cuacanya cerah !

