Untuk seseorang yang pernah menyalakan pendar harap dihati
ini
Hey, masih ingat pertama kali kita bertemu ? tidak ? oh ya karena
memang tidak ada yang spesial menurutmu. Tapi tidak untukku, aku masih
mengingat setiap detik potongan adegan dimana aku pertama kali aku melihatmu,
kau menarik. Selebihnya ? semua berjalan biasa saja sampai akhirnya kau
menyapaku dan kita saling bertukar cerita, nyaman.
Hey, entah berapa kali dalam sehari kita saling menyapa,
bertukar kabar, bertukar cerita. Seingatku kamu humoris, ya sangat humoris dan
aku menyukainya. Larut aku terbawa dalam kedekatan kita, komunikasi yang kita
jalin dan kedekatan kita selama ini. Aku semakin nyaman
Hey, taukah kamu bahwa selama ini aku membohongimu bersikap
seolah tak menyukai sedikitpun tentang
dirimu. Jauh, jauh didalam hati ini sesungguhnya aku memujamu. Memuja setiap
jengkalnya dirimu. Sejujurnya senyumanmu manis, aku suka ujung senyummu. Aku sepertinya
mulai menyukaimu, ups !
Untuk seseorang yang pernah membawa hati ini terbang sejauh Neptune
Kau telah membawa hatiku terbang sejauh Neptune. Menerobos
atsmosfer, mengorbit bumi, melewati sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter
kemudian melesat menuju Neptune. Aku menikmati setiap detik saat bersamamu,
menikmati irama detak jantung ku yang berdegup tak beraturan, menikmati setiap
hela nafas yang tak berirama karena aku terlalu senang saat bersamamu. Aku tak
bisa mengontrol diriku sendiri.
Untuk seseorang yang tak tahu hatinya untuk siapa
Detik ini, aku akui. Aku menyukaimu. Ya, tanpa alasan pasti
dan aku tak tahu sejak kapan. Tapi, aku tak tahu sampai detik ini hatimu untuk
siapa. Aku takut jika ini akan menjadi seperti domino, aku jatuh kepadamu
tetapi kamu jatuh ke sisi yang lain. Aku bukanlah ahli pembaca pikiran manusia,
bahkan akupun tak padai dalam membaca guratan wajah seseorang. Aku takut bila
ternyata, selama ini aku salah mengartikan semua yang ada dihadapanku, aku
takut jika ternyata memang sejauh ini kau hanya menganggap ini biasa saja,
semetara aku telah jatuh lebih dari biasanya. Dan yang paling aku takutkan jika
ternyata hatimu telah terisi orang lain dank au sangat memujanya seperti aku memujamu
Untuk seseorang yang berada dalam setiap tetes air mata yang
jatuh tadi malam
Hey, aku menyapamu lagi. Hari ini terasa berbeda ya, ya aku
merasa ada sesuatu yang salah telah terjadi antara kita. Dalam versiku, aku
menumui banyak kegelisahan yang selama ini berputar dikepala dan semua
kegelisahan itu seakan akan menjadi nyata tak lama lagi. Aku semakin takut jika
aku harus terluka lagi (aku belum siap). Aku merasa semakin ada jarak yang melebar
diantara kita dan seakan akan tembok berlin kembali dibangun untuk menghalangi
kita.
Semua ketakutan itu berkecamuk didalam dada, menyeru semakin
kencang hingga air mata tercipta.
Untuk dirimu disana, yang namanya kusebut dalam doa ku
kepada sang pencipta
Untuk dirimu disana yang semoga sedang baik baik saja,
ketahuilah, aku memiliki sepetak hati yang telah kau huni dengan pasti. Aku tak
tau dihatimu kini ada siapa, yang perlu kau tau dihati ini telah tertulis
namamu, kau bisa datang kapan saja jika kau mau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar