Aku harus memulainya dari apa ? kata apa yang harus
kuucapkan untuk mendefiniskan apa semua ini. Aku bertemu denganmu mungkin ini
takdir Tuhan, entah apa yang akan Tuhan gariskan kemudian dengan ini. Ya,
mungkin aku yang salah, aku salah mengartikan semuanya, aku yang terlalu dini
menjatuhkan hati, hingga hati ini terluka ini salahku sendiri bukan salahmu
Sering medengar pepatah “daun jatuh tak pernah menyalahkan angin
yang berhembus” saat daun itu jatuh karena angin hingga ia terpisah dari
rantingnya ia samasekali tidak menyalahkan angin. Entah kemana daun itu akan
terbang jatuh ke tanahkah atau terbang kemana angin itu berhembus. Sama seperti
daun, aku jatuh, jauh kedalam hatimu semakin jatuh hingga aku sadar aku tersesat dan terlambat untuk mencari jalan
pulang, karena jalan itu tak pernah tergores dalam peta manapun Colombus pun
mungkin tak punya. Ya aku jatuh tapi aku tak mau menyalahkan siapapun itu yang
membiarkan aku jatuh
Tuhan tau aku jatuh, Tuhan pun kini tahu aku benar benar
jatuh jauh tersesat pada perasaan yang aku sendiri pun tak yakin perasaan
seperti apa ini. Aku tak mau menyalahkan Tuhan atas ‘jatuhnya’ aku, sombong
sekali aku menyalahkan Tuhan, Ia yang menganugerahkan rasa ini Ia yang
mengizinkan aku merasakan sensasi kupu kupu dalam perut apa iya aku harus
menyalahkan-Nya ? tidak, Tuhan tidak salah.
Aku yang salah ……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar