Sabtu, 22 November 2014

Aku, Jatuh .....



Aku harus memulainya dari apa ? kata apa yang harus kuucapkan untuk mendefiniskan apa semua ini. Aku bertemu denganmu mungkin ini takdir Tuhan, entah apa yang akan Tuhan gariskan kemudian dengan ini. Ya, mungkin aku yang salah, aku salah mengartikan semuanya, aku yang terlalu dini menjatuhkan hati, hingga hati ini terluka ini salahku sendiri bukan salahmu

Sering medengar pepatah “daun jatuh tak pernah menyalahkan angin yang berhembus” saat daun itu jatuh karena angin hingga ia terpisah dari rantingnya ia samasekali tidak menyalahkan angin. Entah kemana daun itu akan terbang jatuh ke tanahkah atau terbang kemana angin itu berhembus. Sama seperti daun, aku jatuh, jauh kedalam hatimu semakin jatuh hingga aku sadar aku  tersesat dan terlambat untuk mencari jalan pulang, karena jalan itu tak pernah tergores dalam peta manapun Colombus pun mungkin tak punya. Ya aku jatuh tapi aku tak mau menyalahkan siapapun itu yang membiarkan aku jatuh

Tuhan tau aku jatuh, Tuhan pun kini tahu aku benar benar jatuh jauh tersesat pada perasaan yang aku sendiri pun tak yakin perasaan seperti apa ini. Aku tak mau menyalahkan Tuhan atas ‘jatuhnya’ aku, sombong sekali aku menyalahkan Tuhan, Ia yang menganugerahkan rasa ini Ia yang mengizinkan aku merasakan sensasi kupu kupu dalam perut apa iya aku harus menyalahkan-Nya ? tidak, Tuhan tidak salah.

Aku yang salah ……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar