Minggu, 11 Mei 2014

Perasaan Seorang Pecundang


Mungkin aku seorang pecundang, yang dapat mengungkapkan perasaan ini pada tulisan tak bertuan
aku mengawalinya dengan kata 'entah"

entah sejak kapan dirimu hadir dibenakku,
bersarang pada setiap memori yang tersiman rapih disetiap sudut otak ini
seakan ada ruang tersendiri yang sengaja kau ciptakan disana
entah sejak kapan pula imaji wajahmu selalu hadir disetiap sudut kemana arah mataku memandang
dan, entah sejak kapan pula aku mulai merindukannmu
merindukan senyummu, merindukan suaramu, dan merindukan aksara yang kau  padaku
merindukan segalanya tentangmu hingga dadaku sesak, seakan semesta mendesakku untuk memikirkanmu

Siapa dirinya ?
siapa dia yang berani memasuki semestaku hingga aku sendiri merasa asing, apa ini semestaku ?
siapa dia yang berani mengusik ketengan gelap malam dan memaksaku untuk terbangun hanya untuk sekedar menyebut namanya dalam 2/3 malam ku ?
siapa dia yang entah dengan sengaja atau tidak, namanya selalu kusebut dihadapan Penciptaku saat aku menundukan kepada merapal doa ?

Iya, aku benar benar telah menjadi seorang pecundang.
buaknnya ku utarakan kepadamu sebentuk cinta ini, tapi malah kutulis dalam diari maya ini
jika memang suatu hari kau membaca goresan pecundang ini,
aku hanya berharap kepada penciptaku, semoga waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kau menyadari semuanya, dan semoga kita bisa berada dalam satu sajak menciptakan sebuah rima penuh irama, tanpa ada titik diantaranya



Kepada engkau, puisi tengah malamku.

*ditulis pada 18 Agustus 2010